Ir. Nicodemus Daud, MSi Merintis Jalan Menuju Kemandirian Aspal Nasional

Dalam sejarah panjang pembangunan infrastruktur jalan raya di Nusantara, selalu ada sosok-sosok penggerak tangguh di balik layar yang dedikasinya melampaui sekadar tuntutan profesi. Salah satu figur sentral yang sama sekali tidak bisa dilepaskan dari perjuangan mewujudkan kedaulatan material konstruksi Indonesia adalah Ir. Nicodemus Daud, MSi. Rekam jejaknya yang panjang dan sarat akan pengabdian mulia di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kementerian PUPR) menjadikannya saksi sejarah sekaligus aktor utama dalam transformasi tata kelola rantai pasok material.

Nicodemus bukanlah tipe pejabat yang hanya sekadar nyaman memberi perintah dari balik meja kerjanya. Ia adalah pendorong perubahan tulen yang meyakini dengan sangat teguh bahwa kemandirian infrastruktur sebuah negara mutlak harus dibangun dari kemandirian penyediaan sumber daya alam materialnya sendiri.

Semasa memegang amanah strategis sebagai Direktur Kelembagaan dan Sumber Daya Konstruksi pada Direktorat Jenderal Bina Konstruksi Kementerian PU, sekaligus sebagai Ketua Tim Pelaksana P3DN Kementerian PUPR, Nicodemus dikenal luas sebagai figur yang tanpa kenal lelah menyuarakan urgensi optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

Menurut pandangannya, ketergantungan masif negara terhadap pasokan aspal minyak impor merupakan sebuah ironi yang mendesak untuk segera diselesaikan secara struktural. Melalui visi yang tajam dan ketegasannya, ia mengorkestrasi berbagai inisiatif krusial untuk kembali mengangkat derajat Aspal Buton (Asbuton) ke posisi paling bermartabat. Kunjungan kerjanya secara langsung ke pabrik ekstraksi aspal alam di wilayah pedalaman Pulau Buton, hingga pemantauan uji gelar di unit pencampur aspal daerah, menjadi bukti sangat konkret keseriusannya dalam mengawal kebangkitan produk aspal bangsa sendiri.

Nicodemus selalu gigih menekankan bahwa pemanfaatan massal Asbuton sama sekali bukanlah sekadar tentang upaya memenuhi persentase kewajiban regulasi di atas lembar dokumen kontrak kerja, melainkan wujud paling nyata dari strategi pertahanan ekonomi nasional. Ia tanpa henti merangkul seluruh elemen dari hulu hingga ke hilir mulai dari para produsen pabrikan, asosiasi praktisi jaringan jalan, hingga barisan kontraktor pelaksana di lapangan, untuk secara bersama-sama membongkar seluruh hambatan teknologi maupun kendala logistik yang merintangi.

Berkat tangan dingin dan dorongan afirmasinya yang amat kuat, perlahan namun pasti, stigma negatif yang selama puluhan tahun meragukan kualitas konsistensi Asbuton mulai terkikis habis. Ia sukses membuka ruang yang sangat luas dan inklusif bagi inovasi aspal lokal untuk berani tampil di garis depan.

Bagi Nicodemus, semangat pengabdian suci kepada Ibu Pertiwi sama sekali tidak mengenal batas waktu atau sekat masa pensiun. Walaupun saat ini ia telah memasuki masa purnabakti secara formal dari jabatan struktural kementerian, energi serta kepeduliannyaPensiunan Pekerjaan Umum (IPPU) wilayah Tangerang Raya untuk masa bakti periode tahun 2025 hingga 2030 kembali membuktikan dan mengafirmasi prinsip hidupnya yang berdedikasi tinggi.

Dalam setiap kesempatan diskusi, ia terus menanamkan doktrin kebanggaan sebagai insan sejati PU yang pantang mundur kala menghadapi tanggung jawab rintangan tugas. Ia terus melanjutkan peran vitalnya sebagai sosok mentor, penyambung pemikiran strategis kebangsaan, sekaligus figur inspirator bagi para pelaksana kebijakan dan generasi muda saat ini.

Ir. Nicodemus Daud, MSi adalah cerminan nyata dari ketangguhan visi bangsa dan konsistensi sebuah tekad mulia yang tak kenal redup. Perjalanan panjangnya dalam merintis dan mengawal kokohnya ekosistem kemandirian aspal nasional kini mulai membuahkan landasan mental peradaban yang berharga bagi negeri ini. Apabila kelak bangsa kita berhasil melepaskan diri sepenuhnya dari cengkeraman aspal minyak impor, nama Nicodemus niscaya akan dicatat abadi dengan tinta emas sebagai perintis jalan paling tangguh. Ia selamanya akan terus dikenang sebagai seorang arsitek kedaulatan material, sosok tanpa pamrih yang membawa aspal alam Buton berdiri tegak menjadi tuan rumah seutuhnya.

 

Penulis: Tim Media Konektivitas

Editor: Tim Infra Library

Untuk mengetahui informasi berita lainnya Baca di: Artikel TeknikBerita Terbaru

Scroll to Top

INFRA BERTANYA?

Daftar Penulis Infralibrary

Catatan:

Dokumen dan File E-book yang dikirimkan adalah sepenuhnya dibuat oleh penulis itu sendiri dan segala sesuatunya menjadi tanggung jawab penulis.

AREA MEMBER INFRALIBRARY



Daftar Member Infralibrary

Sudah punya akun?