Bagaimana Mengetahui Kualitas Air untuk Kebutuhan Air Bersih di Suatu Daerah?

Tanya: Bagaimana caranya mengetahui kualitas air untuk kebutuhan air bersih di suatu daerah atau tempat?

Jawab — Mulailah dari Sumber Airnya.
Untuk mengetahui apakah air di suatu daerah layak digunakan sebagai air bersih, langkah pertama adalah mengenali sumbernya. Air dapat berasal dari sumur gali, sumur bor, mata air, sungai, danau, waduk, penampungan air hujan, maupun jaringan perpipaan. Setiap sumber mempunyai risiko pencemaran yang berbeda. Air tanah, misalnya, dapat terpengaruh kondisi geologi maupun rembesan limbah domestik, sedangkan air permukaan lebih mudah terpengaruh aktivitas manusia di daerah tangkapan air.

Pemeriksaan Sederhana Bisa Dimulai dengan Indra.
Pemeriksaan awal dapat dilakukan dengan mengamati warna, bau, kekeruhan, serta keberadaan endapan. Air yang terlihat keruh, berwarna tidak normal, berbau menyengat, berminyak, atau meninggalkan endapan perlu dicurigai mengalami masalah kualitas. Namun, air yang terlihat jernih dan tidak berbau belum tentu aman, karena mikroorganisme dan berbagai zat kimia dapat berada di dalam air tanpa dapat dikenali secara kasatmata.

Periksa Kondisi Lingkungan di Sekitar Sumber.
Amati lokasi sumur atau sumber air. Keberadaan septic tank, saluran air limbah, tempat pembuangan sampah, peternakan, bengkel, industri, pertanian intensif, atau sumber pencemar lainnya di sekitar sumber air meningkatkan risiko kontaminasi. Kondisi konstruksi sumur, lantai kedap air, penutup sumur, drainase, serta kemungkinan masuknya air permukaan juga penting diperiksa.

Pengujian Lapangan Memberikan Gambaran Awal.
Beberapa parameter dapat diperiksa menggunakan alat portabel, misalnya suhu, pH, kekeruhan, konduktivitas listrik atau EC, serta total dissolved solids (TDS). Untuk sistem air yang menggunakan desinfeksi, sisa klor juga dapat diperiksa. Pengujian lapangan berguna untuk pemantauan cepat, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan laboratorium apabila diperlukan penentuan kelayakan air secara lebih meyakinkan.

Parameter Fisik Perlu Diperhatikan.
Pemeriksaan kualitas air umumnya mencakup parameter fisik seperti kekeruhan, warna, bau, rasa, suhu, dan jumlah zat padat terlarut. Perubahan parameter tersebut dapat menjadi petunjuk adanya sedimen, material organik, mineral terlarut, atau kontaminasi. Hasilnya perlu dibandingkan dengan persyaratan kualitas air yang berlaku sesuai dengan tujuan penggunaan air tersebut.

Parameter Kimia Tidak Boleh Diabaikan.
Pemeriksaan laboratorium dapat mencakup pH serta parameter kimia seperti besi (Fe), mangan (Mn), nitrat, nitrit, fluorida, kesadahan, klorida, sulfat, dan parameter lain yang relevan. Pada daerah dengan aktivitas industri, pertambangan, pertanian, atau kondisi geologi tertentu, pengujian dapat diperluas terhadap logam berat dan kontaminan spesifik berdasarkan potensi sumber pencemar setempat.

Pemeriksaan Mikrobiologi Sangat Penting.
Salah satu risiko utama air untuk kebutuhan manusia adalah pencemaran mikrobiologis. Karena itu, pemeriksaan terhadap indikator bakteri seperti Escherichia coli (E. coli) dan parameter mikrobiologi lain sesuai ketentuan sangat penting, terutama apabila air berasal dari sumur, mata air, atau sumber yang berpotensi terkontaminasi limbah domestik. Air yang tampak sangat jernih sekalipun dapat mengandung mikroorganisme.

Cara Paling Meyakinkan adalah Pengujian Laboratorium.
Jika ingin mengetahui kualitas air dengan lebih pasti, ambil sampel menggunakan prosedur yang benar dan periksakan pada laboratorium yang kompeten atau terakreditasi untuk parameter yang diperlukan. Pengambilan, wadah, penyimpanan, suhu, dan waktu pengiriman sampel dapat memengaruhi hasil pengujian, khususnya untuk parameter mikrobiologi. Karena itu, sebaiknya mengikuti petunjuk laboratorium sejak sebelum pengambilan sampel.

Bedakan Air untuk Keperluan Higiene dan Air Minum.
Istilah “air bersih” perlu diperjelas berdasarkan penggunaannya. Air untuk mandi, mencuci, sanitasi, dan higiene tidak selalu memiliki persyaratan yang identik dengan air minum. Apabila air akan diminum atau digunakan untuk pengolahan makanan, kualitasnya harus memenuhi persyaratan kesehatan air minum yang berlaku. Pemeriksaan harus menggunakan parameter dan nilai baku mutu yang sesuai dengan peruntukannya.

Pengujian Sebaiknya Tidak Hanya Sekali.
Kualitas sumber air dapat berubah karena musim hujan, kemarau, banjir, pembangunan di sekitar sumber, perubahan muka air tanah, maupun munculnya sumber pencemaran baru. Untuk sumber yang digunakan terus-menerus, pemantauan berkala jauh lebih baik dibandingkan hanya melakukan satu kali pengujian. Bila terjadi perubahan warna, bau, rasa, atau kejadian pencemaran di sekitar sumber, pemeriksaan ulang sebaiknya segera dilakukan.

Bagaimana Cara Sederhana untuk Masyarakat?
Secara praktis dapat digunakan urutan 5 langkah: (1) kenali sumber air dan potensi pencemar di sekitarnya; (2) amati kondisi fisik air; (3) lakukan pengujian sederhana dengan alat lapangan bila tersedia; (4) ambil sampel dan lakukan pemeriksaan laboratorium untuk parameter fisik, kimia, dan mikrobiologi yang relevan; serta (5) bandingkan hasil laboratorium dengan standar kesehatan yang berlaku sesuai peruntukan air.

Kesimpulan — Jangan Menilai Air Hanya dari Kejernihannya.
Air yang jernih belum otomatis berarti air tersebut aman. Cara yang lebih dapat dipertanggungjawabkan untuk mengetahui kualitas air adalah menggabungkan survei sumber dan lingkungan, pemeriksaan fisik, pengujian lapangan, serta analisis laboratorium. Jika air akan digunakan untuk konsumsi manusia, hasil pemeriksaan harus dibandingkan dengan persyaratan kualitas air minum yang berlaku dan, apabila diperlukan, ditindaklanjuti dengan pengolahan seperti filtrasi dan desinfeksi sebelum digunakan.

Acuan Regulasi.
Untuk konteks Indonesia, pemeriksaan kualitas air perlu merujuk pada ketentuan Kementerian Kesehatan yang berlaku mengenai kesehatan lingkungan dan kualitas air, termasuk Permenkes Nomor 2 Tahun 2023 tentang Peraturan Pelaksanaan PP Nomor 66 Tahun 2014 tentang Kesehatan Lingkungan, serta standar dan ketentuan teknis terkait sesuai jenis serta peruntukan sumber air.

Scroll to Top

INFRA BERTANYA?

Daftar Penulis Infralibrary

Catatan:

Dokumen dan File E-book yang dikirimkan adalah sepenuhnya dibuat oleh penulis itu sendiri dan segala sesuatunya menjadi tanggung jawab penulis.

AREA MEMBER INFRALIBRARY



Daftar Member Infralibrary

Sudah punya akun?