10 Judul Buku Alternatif Bidang Sumber Daya Air Yang Menarik Untuk Dituliskan


Dari data hidrologi, desain infrastruktur, hingga operasi sistem air


1) Hidrologi Terapan untuk Insinyur: Dari Hujan ke Debit Rencana

Tagline: Mengubah data curah hujan menjadi keputusan desain yang dapat dipertanggungjawabkan.

Buku ini memandu pembaca dari “angka hujan” menjadi “angka desain”: analisis hujan maksimum, uji konsistensi, kurva IDF, penentuan kala ulang, hingga transformasi hujan–limpasan dan debit banjir rencana.

Fokusnya bukan teori panjang, melainkan langkah kerja teknis: pemilihan metode (rasional, hidrograf satuan, model konseptual), kalibrasi parameter, serta cara menyajikan ketidakpastian data.

Pembahasan dilengkapi studi kasus DAS kecil–menengah: bagaimana memilih koefisien limpasan, menguji sensitivitas, dan menghindari “angka cantik” yang tidak realistis di lapangan.

Pada bagian akhir, buku mengikat hasil hidrologi ke kebutuhan desain drainase, bendung, kolam retensi, dan pengendalian banjir perkotaan.

2) Peramalan Banjir Berbasis Data & AI: Dari Sensor ke Peringatan Dini

Tagline: Sistem prediksi banjir modern: data real-time, pemodelan cerdas, dan validasi ketat.

Buku ini menyusun arsitektur teknis sistem peringatan dini banjir: jaringan telemetri (AWLR/ARR), data hujan radar/satelit, praproses data, hingga model prediksi.

Pembaca diajak membangun pipeline yang benar: pembersihan outlier, gap-filling, pemilihan fitur, metrik evaluasi, dan prosedur “hindcast” agar model tidak menipu. Tren global menunjukkan lonjakan pendekatan data-driven dan deep learning untuk banjir, tetapi tetap menuntut standar validasi yang disiplin.

Buku juga menempatkan AI sebagai alat bantu, bukan pengganti: kapan AI unggul, kapan model fisik lebih aman, dan bagaimana menggabungkannya (hybrid).

Ditutup dengan panduan operasional: threshold peringatan, SOP komunikasi risiko, dan desain dashboard untuk petugas lapangan.
MDPI

3) Digital Twin DAS & Kota: Replikasi Hidrologi–Hidraulika untuk Keputusan Real-Time

Tagline: Membangun “kembaran digital” sistem air untuk simulasi, operasi, dan respons darurat.

Digital twin dalam konteks SDA menggabungkan model hidrologi/hidraulika, data observasi, dan pembaruan real-time (data assimilation) untuk memperbaiki prediksi dan keputusan operasi.

Konsep ini mulai diuji pada peramalan banjir dengan integrasi observasi satelit dan teknik asimilasi data. �

Buku ini membahas komponen teknisnya: struktur data, integrasi IoT, skema kalibrasi, manajemen versi model, serta standar kualitas data.

Disertai bab praktis: membangun digital twin untuk operasi pintu air, optimalisasi tampungan, dan skenario banjir ekstrem.

Karena digital twin rentan pada “garbage in–garbage out”, buku menekankan governance data, audit model, dan batasan interpretasi hasil simulasi.
arXiv + 1

4) Rekayasa Waduk & Bendungan: Desain, Operasi, dan Keandalan Tampungan

Tagline: Dari perhitungan tampungan efektif hingga strategi operasi saat ekstrem banjir–kekeringan.

Buku ini menempatkan bendungan sebagai “sistem” (bukan sekadar struktur): analisis kebutuhan air, penelusuran banjir (flood routing), kurva operasi, sedimen, dan keandalan layanan.

Bagian desain mengulas parameter teknis penting (freeboard, spillway capacity, stabilitas lereng, rembesan), sedangkan bagian operasi membahas trade-off antara keselamatan banjir dan konservasi air.

Buku juga memuat pendekatan modern manajemen keselamatan bendungan berbasis risiko (risk-informed) dan siklus hidup aset, termasuk inspeksi, rehabilitasi, hingga dekomisioning. �

Ditulis agar bisa dipakai sebagai pegangan proyek: format checklist, contoh matriks risiko, dan template ringkas rencana tanggap darurat.

New Zealand Society on Large Dams + 2

5) Keselamatan Bendungan & Manajemen Risiko: Dari Inspeksi ke Emergency Action Plan

Tagline: Menjadikan keselamatan bendungan sebagai disiplin teknik yang terukur dan terdokumentasi.

Jika buku #4 fokus desain–operasi, buku ini fokus “safety management”-nya: klasifikasi bahaya, failure mode, penilaian risiko, prioritas penanganan defisiensi, dan tata kelola keselamatan.

Banyak pedoman dam safety modern menekankan manajemen isu/defisiensi, keputusan berbasis risiko, serta keharusan rencana kesiapsiagaan darurat dan latihan berkala. �

Buku ini memberi struktur kerja: bagaimana menyusun inspeksi periodik, instrumen monitoring, ambang batas tindakan (trigger level), hingga komunikasi risiko kepada publik dan pemangku kepentingan.

Nilai tambahnya adalah format “toolkit”: template laporan inspeksi, daftar kebutuhan data, dan contoh skenario latihan darurat yang realistis.

New Zealand Society on Large Dams + 2

6) Kota Spons & Drainase Berkelanjutan: WSUD/NBS untuk Banjir Perkotaan

Tagline: Mengurangi genangan tanpa hanya memperbesar saluran: resapan, retensi, dan ruang hijau aktif.

Kota modern menghadapi hujan ekstrem, perubahan tata guna lahan, dan keterbatasan ruang. Konsep “Sponge City” dan Nature-Based Solutions (NBS) menempatkan kota sebagai spons: menahan, menyerap, dan melepaskan air secara terkendali melalui green roof, bioretention, permeable pavement, urban wetland, dan koridor hijau. �

Buku ini membahas dimensi teknis yang sering terlewat: pemilihan lokasi berbasis topografi–tanah, kapasitas infiltrasi, desain underdrain, kontrol kualitas air limpasan, serta integrasi dengan drainase konvensional.

Ditutup dengan metode evaluasi kinerja (runoff reduction, peak shaving) dan panduan O&M agar solusi hijau tidak menjadi “proyek foto” semata.

SciTePress + 1

7) Air Tanah, Penurunan Muka Tanah, dan Intrusi Air Laut: Teknik Pengendalian di Kota Pesisir

Tagline: Mengatasi subsidence: dari neraca air tanah hingga kebijakan sumur dan suplai air permukaan.

Buku ini menyoroti isu teknis yang makin terasa di kota pesisir: ekstraksi air tanah berlebih → penurunan muka air tanah → land subsidence dan risiko banjir rob.

Studi-studi terbaru di Indonesia menekankan urgensi pengelolaan jangka panjang karena depletion berkaitan dengan subsidence dan kerentanan banjir pesisir. �

Materi utama mencakup: konsep akuifer, uji pemompaan, pemodelan aliran air tanah, pemantauan piezometer, serta desain recharge (sumur resapan terkontrol, kolam imbuhan) yang benar secara geoteknik–hidrogeologi.

Buku ini juga “mengawinkan teknik dan kebijakan”: zonasi pengambilan, tarif, substitusi suplai, dan penegakan berbasis data monitoring.
ScienceDirect

8) Kualitas Air & Ketahanan Sumber: Teknik Pengolahan, Monitoring, dan Adaptasi Iklim

Tagline: Air cukup saja tidak cukup—harus layak, aman, dan tahan terhadap perubahan iklim.

Perubahan iklim memengaruhi kuantitas sekaligus kualitas air: suhu, pola hujan, banjir, dan kekeringan dapat mengubah konsentrasi polutan, meningkatkan risiko kontaminasi, dan menantang sistem penyediaan air.

Literatur juga menyoroti tantangan

SDA Indonesia yang sensitif terhadap dampak perubahan iklim pada sistem air. �

Buku ini disusun teknis: parameter kualitas air prioritas, desain monitoring (titik, frekuensi, QA/QC), konsep water safety plan, hingga teknologi pengolahan (koagulasi–flokulasi, membran, AOP, disinfeksi).

Ada bab khusus adaptasi: operasi instalasi saat banjir, proteksi intake, dan strategi penyimpanan air baku.
IWA Publishing

9) Konflik Air: Perencanaan Alokasi, IWRM, dan Optimasi Sistem Jaringan

Tagline: Menyelesaikan perebutan air dengan model: kebutuhan, prioritas, dan skenario yang transparan.

Ketika kebutuhan irigasi, air baku, industri, dan ekosistem bertabrakan, solusi “rapat” saja tidak cukup—perlu model alokasi yang transparan.

Buku ini menawarkan pendekatan teknik: neraca air, simulasi operasi multi-tampungan, optimasi (linear/nonlinear), dan skenario kekeringan.

Ia juga membahas kerangka IWRM (Integrated Water Resources Management) sebagai cara mengintegrasikan lintas sektor dan lintas wilayah. �

Output buku diarahkan praktis: cara menyusun skenario, mempresentasikan trade-off, dan membuat keputusan berbasis data yang dapat diaudit.
ResearchGate

10) Air, Bencana, dan Tata Kelola Lanskap: Teknik Mitigasi Banjir dari Hulu ke Hilir

Tagline: Banjir besar bukan hanya soal hujan—tetapi juga lanskap, tata guna lahan, dan infrastruktur pengendali.

Buku ini menyatukan rekayasa sungai, konservasi DAS, dan manajemen risiko bencana.

Relevansinya sangat nyata: kejadian banjir besar dan longsor di Sumatra (akhir 2025) memicu sorotan terhadap degradasi lingkungan, deforestasi, dan aktivitas ekstraktif yang diduga memperparah dampak banjir—menguatkan kebutuhan pendekatan hulu–hilir. �

Struktur buku: analisis hidrologi ekstrem, desain pengendali banjir (tanggul, normalisasi selektif, retarding basin), serta intervensi lanskap (rehabilitasi riparian, konservasi tanah-air).

Ditutup dengan “paket implementasi”: prioritisasi proyek berbasis risiko, indikator kinerja, dan desain monitoring pasca-konstruksi.

Reuters + 1

Scroll to Top

Login Member Infralibrary

Daftar Member Infralibrary