Dari desain, konstruksi, hingga operasi—membahas “cara kerja” infrastruktur modern dengan pendekatan teknis yang tajam dan relevan untuk Indonesia.
A. Digital Twin untuk Infrastruktur:
- Dari Data Lapangan ke Keputusan Real-Time
Membuat jalan, jembatan, bendungan, dan utilitas “hidup” dalam model digital yang bisa diawasi setiap detik.
Artikel penjelasan:
Buku ini membedah digital twin sebagai “kembaran digital” aset infrastruktur: menggabungkan BIM/3D model, sensor IoT, histori inspeksi, hingga analitik AI untuk memantau kinerja struktur dan memprediksi risiko.
Pembahasan teknis meliputi arsitektur data (data lake, pipeline), integrasi sensor (getaran, defleksi, suhu, kelembapan), kalibrasi model, sampai skenario operasi seperti early warning, optimasi pemeliharaan, dan penanganan darurat.
Digital twin terbukti menjadi tren besar pada pengelolaan aset dan konstruksi berkelanjutan, karena memperkuat pengambilan keputusan berbasis data dan menurunkan ketidakpastian lapangan. �
ScienceDirect + 2

B. BIM Berbasis ISO 19650:
- Standar Manajemen Informasi Proyek Teknik
Tagline: Bukan sekadar model 3D—ini buku tentang disiplin data, alur persetujuan, dan “single source of truth”.
Artikel penjelasan:
Fokus buku ini adalah tata kelola informasi proyek: struktur Common Data Environment (CDE), penamaan file, klasifikasi, status dokumen, kontrol revisi, sampai prosedur serah-terima data dari fase desain ke konstruksi dan operasi.
ISO 19650 dijelaskan sebagai kerangka kerja agar seluruh pihak (owner, konsultan, kontraktor, vendor) berbicara dalam “bahasa informasi” yang sama—mengurangi konflik gambar, pekerjaan ulang, dan klaim.
Anda juga akan mendapatkan contoh template EIR/BEP, matriks RACI informasi, serta strategi keamanan informasi proyek.
ISO 19650 menekankan standar proses pertukaran dan pengelolaan informasi sepanjang siklus hidup aset. �
BSI + 2
C. ISO 55000 & Asset Management Infrastruktur:
- Mengelola Aset Sepanjang Umur Layan
Tagline: Dari CAPEX ke OPEX: bagaimana aset “mencetak nilai” ketika dikelola dengan sistem.
Artikel penjelasan:
Buku ini mengubah cara pandang dari “membangun proyek” menjadi “mengelola aset.”
Intinya: kebijakan asset management, risk-based maintenance, strategi lifecycle cost, level of service, dan pengukuran kinerja (KPI) yang dapat diaudit.
ISO 55000 dibahas sebagai fondasi prinsip dan terminologi agar organisasi punya sistem proaktif—bukan reaktif—dalam merawat jalan, jembatan, drainase, SPAM, hingga fasilitas publik.
Materi teknis juga mencakup penentuan criticality, backlog maintenance, perencanaan penggantian komponen, serta integrasi dengan CMMS/EAM dan inspeksi berbasis kondisi.
ISO 55000 memberikan kerangka untuk meningkatkan nilai aset sepanjang siklus hidupnya. �
ISO + 1
D. Rekayasa Perkerasan Jalan Modern:

- Material, Desain Campuran, dan Kinerja
Tagline: Membaca jalan lewat angka: modulus, rutting, fatique, skid resistance, dan umur layan.
Artikel penjelasan:
Buku teknis yang sangat “lapangan”: desain perkerasan lentur/kaku, evaluasi struktur (FWD), desain campuran beraspal (AC-WC/BC/Base), hingga strategi rehabilitasi (overlay, recycling, cold mix, WMA).
Pembahasan difokuskan pada parameter kinerja dan kontrol mutu: gradasi, VIM/VMA/VFB, stabilitas, ITS, MR, serta isu kerusakan umum seperti bleeding, ravelling, retak buaya, pumping, dan deformasi plastis.
Disertai studi kasus penanganan ruas padat beban (logistik) dan ruas rawan genangan. Cocok untuk memperkuat literasi teknik jalan yang “berbasis data uji,” bukan sekadar kebiasaan.
E. Jembatan & Terowongan:
- Desain Detail, Konstruksi Aman, dan Monitoring Struktur
Tagline: Detail kecil, risiko besar—buku ini mengajari cara membaca bahaya sejak gambar kerja.
Artikel penjelasan:
Menggabungkan dua aset kritis: jembatan dan terowongan.
Bahasan mencakup konsep beban, detail tulangan/penegangan, sambungan, bearing–expansion joint, hingga metode erection (launching, crane, balanced cantilever).
Pada terowongan: NATM/TBM, ground support, shotcrete, segment lining, waterproofing, ventilasi, dan keselamatan kebakaran.
Buku ini menekankan inspeksi dan Structural Health Monitoring (SHM) untuk deteksi dini: sensor getaran, strain gauge, inclinometer, serta interpretasi tren.
Anda akan mendapatkan pola pikir teknis: “apa yang harus dicek, mengapa, dan konsekuensi kegagalannya.”
F. Geoteknik Praktis untuk Proyek Infrastruktur:

- Dari Investigasi Tanah ke Mitigasi Risiko
Tagline: Tanah tidak pernah bohong—yang sering keliru adalah asumsi kita.
Artikel penjelasan:
Buku ini menyusun alur geoteknik yang rapi: perencanaan investigasi (bor, SPT/CPT, lab), pemodelan stratigrafi, penentuan parameter, hingga desain pondasi dangkal/dalam, stabilitas lereng, perkuatan tanah, dan penanganan tanah lunak.
Dilengkapi pendekatan risk register geoteknik: settlement, lateral spreading, liquefaction, slope failure, basal heave, dan uplift.
Cocok untuk proyek jalan, jembatan, pelabuhan, bendungan, maupun kawasan industri.
Kekuatan buku ini ada pada checklist teknis pengambilan keputusan—agar desain tidak “kaget” saat konstruksi.
G. Konstruksi Modular & Industrialized Construction:
- Mutu Pabrik, Kecepatan Lapangan
Tagline: Bangun lebih cepat, lebih presisi—ketika pabrik menjadi “site” kedua.
Artikel penjelasan:
Modular dan industrialized construction menjadi tren AEC: mengurangi pekerjaan basah, mempercepat jadwal, dan menstabilkan kualitas lewat kontrol pabrik.
Buku ini membahas desain untuk manufaktur & perakitan (DfMA), toleransi, sambungan, lifting plan, logistik modul, hingga QA/QC saat erection.
Anda juga mendapat perbandingan teknis terhadap metode konvensional: isu getaran, koneksi, fire rating, akustik, dan durabilitas.
Tren 2025 di sektor AEC menempatkan modular construction sebagai salah satu perubahan besar bersama AI dan digital twin. �
Allplan
H. AI & Digital Engineering untuk Proyek Teknik:
- Dari Estimasi ke Pengendalian Mutu
Tagline: AI bukan pengganti insinyur—AI adalah penguat keputusan insinyur.
Artikel penjelasan:
Buku ini menyajikan peta penggunaan AI pada engineering: estimasi kuantitas dan biaya, analisis schedule risk, deteksi clash, klasifikasi kerusakan visual (crack/spalling), optimasi rute logistik material, hingga anomaly detection pada data sensor.
Bab pentingnya: tata kelola data, bias, validasi model, dan “human-in-the-loop” agar keputusan tetap dapat dipertanggungjawabkan.
Anda juga akan memperoleh kerangka implementasi: memilih use-case, menyiapkan dataset, metrik akurasi, sampai SOP penggunaan di proyek.
Literatur industri juga menyoroti meluasnya aplikasi AI pada civil/structural engineering. �
Tata Consulting Engineers + 1
I. Infrastruktur Hijau & Ketahanan Iklim:

- Desain yang Tahan Banjir, Panas Ekstrem, dan Abrasi
Tagline: Bukan hanya “bangun”—tetapi “bertahan” di dunia yang berubah.
Artikel penjelasan:
Buku ini fokus pada rekayasa ketahanan: desain drainase adaptif, perlindungan pantai, peningkatan elevasi, material tahan korosi, serta manajemen limpasan berbasis nature-based solutions (bioswale, kolam retensi, perkerasan berpori).
Relevansi Indonesia kuat karena prioritas pembangunan infrastruktur juga menyoroti penguatan irigasi dan perlindungan pantai, selain jalan–jembatan dan infrastruktur dasar.
Buku disusun teknis: metode analisis risiko, pemilihan parameter desain, serta strategi pemeliharaan pasca-bencana. �
PwC
J. Infrastruktur Kendaraan Listrik:
- Perencanaan SPKLU, Daya, dan Integrasi Ruang Publik
Tagline: Ketika rest area, kota, dan jaringan listrik harus didesain sebagai satu sistem.
Artikel penjelasan:
Buku ini membahas aspek teknis SPKLU: kebutuhan daya, konfigurasi sistem, proteksi, kualitas daya, manajemen beban (load management), hingga penentuan lokasi berbasis arus lalu lintas dan pola perjalanan.
Diperluas dengan desain tapak: sirkulasi kendaraan, keselamatan, signage, akses difabel, integrasi dengan layanan komersial, dan opsi energi pendukung.
Indonesia juga memiliki roadmap SPKLU 2025–2030 sebagai rujukan arah pengembangan, sehingga buku ini bisa menjadi pegangan teknis yang “tepat waktu” untuk operator, pengelola rest area, maupun perencana kawasan. �
Gatrik ESDM

